A. Pengertian
Teknologi Informasi dan Komunikasi
Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung
pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan,
manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan
antara teknologi komputer (baik perangkat
keras
maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada
pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut
berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai bagian dari ilmu
pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara umum adalah semua yang teknologi berhubungan
dengan pengambilan, pengumpulan (akuisisi), pengolahan, penyimpanan,
penyebaran, dan penyajian informasi(Kementerian Negara Riset dan Teknologi.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) juga dapat di definisikan
sebagai sebuah media atau alat bantu yang digunakan untuk transfer data baik
itu untuk memperoleh suatu data / informasi maupun memberikan informasi kepada
orang lain serta dapat digunakan untuk alat berkomunikasi baik satu arah
ataupun dua arah.
B. Pengertian
Teknologi
Teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan
praktis; ilmu pengetahuan terapan atau dapat pula diterjemahkan sebagai
keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yg diperlukan bagi
kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Teknologi merupakan perkembangan suatu
media / alat yang dapat digunakan dengan lebih efisien guna memproses serta
mengendalikan suatu masalah. Secara etimologis, akar
kata teknologi adalah "techne" yang berarti serangkaian prinsip atau
metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek,
atau kecakapan tertentu, atau pengetahuan tentang prinsip-prinsip atau metode
dan seni..
Memahami
teknologi tidak dapat dipisahkan dari ilmu pengetahuan alam (nature science)
dan rekayasa (engineering). Ilmu pengetahuan alam adalah input bagi proses ilmu
rekayasa sedangkan teknologi adalah hasil proses rekayasa. Teknologi akan
memberikan pengaruh dalam kelangsungan hidup manusia dan manusia pun terus
mempengaruhi maju atau tidaknya teknologi.
Untuk
membatasi pengertian teknologi yang luas, maka pengertian teknologi dapat
dikelompokan sebagai berikut :
Tidak ada manusia yang
sempurna, semua pasti memiliki kelemahan. Kelemahan yang ada pada diri manusia
itu kemudian diminimalisir dengan adanya teknologi agar kelemahan yang dimiliki
manusiapun menjadi sedikit berkurang. Tetapi barang-barang buatan tidak hanya
terbatas pada kelemahan manusia saja tetapi sesuatu yang tadinya belum
terpikirkan.
Kegiatan manusia tidak
lepas dari kegiatan membuat dan menggunakan. Kegiatan manusia itu merupakan
bentuk dari teknologi itu sendiri.
Kegiatan membuat dan
menggunakan pasti tidak akan lepas dari ilmu membuat (produk) dan ilmu
menggunakan (komsumsi). Ilmu tersebut merupakan kumpulan dari pengetahuan yang
didapat manusia dari berbagai sumber.
Pembahasan yang bulat dan
menyeluruh akan tercapai kalau teknologi dtinjau sebagai suatu system. Ini
berarti teknologi dibahas sebagai suatu kebulatan unsure-unsur yang saling
berkaitan dan saling mempengaruhi dalam lingkungan system itu sendiri.
Sistem informasi adalah
sistem terintegrasi yang mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi
penggunanya. Sedangkan Teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia
terhadap proses penyampaian informasi dari pengirim ke penerima sehingga: lebih
cepat, lebih luas sebarannya dan lebih lama penyimpanannya.
Dari pengertian di atas,
dapat kita simpulkan perbedaan SI dan TI adalah SI merupakan sistem yang
menyediakan informasi bagi penggunanya. Sedangkan TI lebih kepada teknologi
yang digunakan untuk menunjang semua kegiatan SI.
C. Pengertian
Informasi
Informasi adalah
pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi.
Secara Etimologi Informasi berasal dari bahasa perancis kuno yaitu Informacion
(tahun 1387) yang diambil dari bahasa latin informationem yang berarti “garis
besar, konsep ide”. Informasia merupakan kata benda dari informare yang berarti
aktivitas dalam pengetahuan yang dikomunikasikan. Informasi juga dapat
diartikan sebagai data yang telah di proses menjadi bentuk yang lebih berguna
dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
Informasi tersebut dapat
berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat. Jadi ada suatu proses transformasi
data menjadi suatu informasi. Data
merupakan raw material untuk suatu informasi. Perbedaan informasi
dan data sangat relatif tergantung pada nilai gunanya bagi manajemen yang
memerlukan. Suatu informasi bagi level manajemen tertentu bisa menjadi data
bagi manajemen level di atasnya, atau sebaliknya.
Informasi yang
berkualitas ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu :
- Akurat, berarti informasi yang tidak mengandung keraguan-keraguan, sama maksudnya yang disampaikan dengan yang menerima, bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan, harus menjelaskan dan mencerminkan maksudnya atau dengan kata lain tidak menimbulkan pertanyaan bagi penerima informasi tersebut.
- Tetap pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat.
- Relevan, berarti informasi tersebut menpunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.
- Lengkap, berarti Informasi yang dibutuhkan semuanya tersedia dan tidak ada sedikitpun informasi yang tertinggal.
- Mengurangi ketidakpastian, berarti Informasi yang diterima bisa memberikan kepastian dari beberapa kemungkinan yang ada.
1. Pengamatan langsung
2. Wawancara
3. Perkiraan koserponden
4. Daftar pertanyaan
Informasi dalam suatu
lingkungan sistem informasi memiliki beberapa ciri-ciri yaitu :
- Benar atau salah, Ini dapat berhubungan dengan realitas atau tidak bila penerimaan informasi yang salah dipercayai mengakibatkan sama seperti benar.
- Baru, Informasi dapat sama sekali baru dan segar bagi penerimanya.
- Tambahan, Informasi dapat memperbaharui atau memberikan tambahan baru pada informasi yang talah ada.
- Korektif, Informasi dapat menjadi suatu korektif atas informasi yang salah.
- Penegas, Informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada, ini berguna karena meningkatkan persepsi penerimanya atau kebenaran informasi tersebut.
D.
Pengertian Komunikasi
Kata komunikasi berasal
dari bahasa Latin communicatio yang berarti 'pemberitahuan' atau
'pertukaran pikiran'. Jadi, secara garis besar, dalam suatu proses komunikasi
haruslah terdapat unsur-unsur kesamaan makna agar terjadi suatu pertukaran
pikiran dan pengertian antara komunikator (penyebar pesan) dan komunikan
(penerima pesan)
Dari definisi tersebut, maka dapat kita golongkan ada tiga
pengertian utama komunikasi, yaitu pengertian secara etimologis, terminologis,
dan paradigmatis.
- Secara etimologis, komunikasi dipelajari menurut asal-usul kata, yaitu komunikasi berasal dari bahasa Latin 'communicatio' dan perkataan ini bersumber pada kata 'comminis' yang berarti sama makna mengenai sesuatu hal yang dikomunikasikan.
- Secara terminologis, komunikasi adalah proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain.
- Secara paradigmatis, komunikasi adalah pola yang meliputi sejumlah komponen berkorelasi satu sama lain secara fungsional untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Contohnya adalah ceramah, kuliah, dakwah, diplomasi, dan sebagainya. Demikian pula pemberitaan surat kabar dan majalah, penyiaran radio dan televisi atau pertunjukan film di gedung bioskop, dan lain-lain.
Hewitt
(1981), menjabarkan tujuan dari komunikasi secara spesifik. Sebagai
berikut :
- Mempelajari atau mengajarkan sesuatu
- Mengungkapkan Perasaan
- Menyelesaikan Sebuah Masalah
- Mencapai sebuah tujuan
- Menstimulasi minat pada diri sendiri atau orang lain.
Pada dasarnya komunikasi digunakan untuk meningkatkan aktifitas
hubungan antara manusia atau kelompok.
Jenis –
Jenis Komunikasi Terbagi Menjadi 2 yaitu :
Ø Komunikasi verbal
Ø Komunikasi Non Verbal
v Komunikasi Verbal
Komunikasi
Verbal adalah Komunikasi yang menggunakan kata – kata. Komunikasi Verbal
Mencakup Aspek – Aspek Berupa :
- Vocabulary (Perbendaharaan Kata – Kata)
- Racing ( Kecepatan)
- Intonasi Suara
- Humor
- Singkat dan Jelas
- Timing
v Komunikasi Non Verbal
Komunikasi Non Verbal adalah Komunikasi yang penyampaiannya tanpa
kata – kata, dapat dikatakan menggunakan bahasa Tubuh. Komunikasi
Non Verbal Mencakup Aspek – Aspek berupa :
- Ekspresi Wajah
- Kontak Mata
- Sentuhan
- Postur tubuh dan Gaya Berjalan
- Sound (Suara isyarat pada tubuh)
- Gerak Isyarat
